<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>maribaca.net</title>
	<atom:link href="http://maribaca.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maribaca.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 13:15:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>It&#8217;s Our Thousand Miles Journey</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=473</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=473#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 15:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family Life]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Malam menjelang ulang tahun perkawinan, kami berkomitmen untuk masing-masing menuliskan tentang perkawinan ini di blog. Ceritanya tentang apa saja seputar kehidupan perkawinan yang telah kami lalui dan kami deklarasikan beberapa tahun lalu sebagai our thousand miles journey. Berikut yang pertama adalah versi saya seputar perayaan ini.
20 Desember 2004
Muka saya sumringah tanpa henti didepan komputer kantor saya saat itu. Koneksi internet yang menampilkan kotak surat digital friendster dihadapan saya tidak berhenti saya pandangi, susunan kata dan kalimat di dalamnya terasa begitu menyejukan. Seseorang yang mengirimkan surat diseberang sana, mengiyakan ajakan ketemuan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Malam menjelang ulang tahun perkawinan, kami berkomitmen untuk masing-masing menuliskan tentang perkawinan ini di blog. Ceritanya tentang apa saja seputar kehidupan perkawinan yang telah kami lalui dan kami deklarasikan beberapa tahun lalu sebagai our thousand miles journey. Berikut yang pertama adalah versi saya seputar perayaan ini.</em></p>
<p><strong>20 Desember 2004</strong><br />
Muka saya sumringah tanpa henti didepan komputer kantor saya saat itu. Koneksi internet yang menampilkan kotak surat digital friendster dihadapan saya tidak berhenti saya pandangi, susunan kata dan kalimat di dalamnya terasa begitu menyejukan. Seseorang yang mengirimkan surat diseberang sana, mengiyakan ajakan ketemuan di salah satu kafe di bilangan melawai. Senang dan berharap waktu cepat berputar untuk waktu pulang. Pekerjaan sudah tidak lagi jadi pikiran.</p>
<p>Jam pulang tiba juga walau terasa begitu lama. Bergegas saya menuju halaman parkir di lantai bawah tanah gedung itu. Motor yamaha biru yang saya cicil semenjak bekerja dikantor ini langsung saya gas kencang, meninggalkan banyak lawan dibelakang. Saya memang sudah menantikan saat pertemuan ini sejak beberapa hari lalu. Teman korespondensi yang menyenangkan di media digital yang populer pada masa itu. Seorang kawan yang saya belum pernah bertatap muka secara langsung, walau pernah satu sekolah dasar bersama.</p>
<p>Tiga puluh menit perjalanan sama sekali tidak terasa. Saya tiba di lokasi yang dijanjikan. Namun, kenapa dada saya bergemuruh kencang sekali, hal yang tidak biasa. Adrenalin yang terpompa jauh melebihi kencangnya putaran roda motor saya selama ini. Terpacu dalam batas yang paling tinggi, kaki saya lemas namun saya paksakan berdiri dan berusaha melangkah pasti. Jantung saya berdebar semakin menjadi saat saya melihat teman saya sudah tiba dan duduk menanti. Belum terlalu lama menanti, gelas yang berisi frapuchinonya pun belum banyak dinikmati.</p>
<p>Saya berdiri dihadapannya, terpana dan berusaha menjadi yang pertama mengajukan jabat tangan. Saya julurkan tangan kanan saya  yang berselimutkan seragam putih kantor dan berbalut jaket hitam. Kami berjabat tangan bagai sepasang sahabat yang telah lama mengenal, dan memperkenalkan diri.</p>
<p>Saya: &#8220;tyas&#8221;<br />
Teman saya: &#8220;novel&#8221;</p>
<p>Saya duduk dihadapannya, beberapa detik terdiam untuk merancang kata. Puluhan surat yang sudah saling kami kirim dan terima sepertinya tidak mampu membuat menjadi bahan pembicaraan. Pertanyaan yang sudah dirancang pun seperti tersekat di kedalaman tenggorokan. Teman saya yang justru memulai memecah kesunyian dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Memimpin obrolan dari saya yang masih tersisa sedikit gemuruh didada.</p>
<p>Satu jam pertemuan pertama terasa berlalu begitu cepatnya. Ingin menahannya lebih lama karna pembicaraan yang semakin menyenangkan namun apa daya, bahwa teman saya ini harus pulang dan menjemput orang tuanya. Seruputan terakhir vanila frapuchino saya nikmati dalam-dalam, seperti pembicaraan pertama kami malam ini. Kenyamanan dan kehangatan duduk bersama, dalam tawa diselingi gurauan ringan tentang banyak hal menindaklanjuti percakapan dalam surat-surat kami. Kenikmatan yang ingin saya nikmati lagi.</p>
<p><strong>22 Januari 2006</strong><br />
Hari pertama saya dengan resmi dapat menikmati bidadari itu sesuka hati.</p>
<p><strong>Dan sekarang, 22 Januari 2010</strong><br />
<a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/marriage.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-472" style="margin: 8px;" title="marriage" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/marriage-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Hari ini adalah lebih dari lima tahun sejak pertemuan saya dengan gadis mungil itu. Lebih tepatnya ulang tahun perkawinan saya yang keempat bersama bidadari penggemar hoki ini. Banyak hal yang sudah kami lalui, suka senang, sedih gembira, haru biru, ketawa-ketiwi, jambak sana gigi sini, tendang sana cium sini dan banyak hal tak terhingga yang memberi makna kehidupan. Empat tahun perjalanan bergelombang yang semakin mendewasakan.</p>
<p>Ulang tahun perkawinan ini saya tidak lagi menikmati hidup berdua. Ada karunia yang saya  terima untuk selalu bangun pagi dan menikmati suguhan dua pipi mungil dari mahluk hidup yang paling saya cintai. Christian Keanu Caherswara mewarnai kehidupan saya berdua sejak dua setengah tahun lalu. Satu lagi anak tangga yang semakin tinggi dari dataran sebelumnya, satu kenikmatan tiada tara. Tawa lepas yang selalu saya rindukan, atau kenakalan yang selalu mengingatkan untuk selalu hadir mendampingi dan keluguannya untuk mendoktrinasi dengan segala nilai positif hidup ini.</p>
<p>Pertemuan pertama di kafe berlogo hijau itu jika dikenang menjadi titik awal dari rangkaian yang kami deklarasikan sebagai thousand miles journey saya dengannya, entah sampai kapan. Langkah demi langkah perjalanan hidup yang teramat kompleks bagai simpul tali panjang yang terurai tak rapi. Tugas bersama untuk menyusunnya menjadi rangkaian indah penuh makna yang saya sadari tidak akan semudah kata-kata. Perjuangan dan pengorbanan diperlukan, dengan peluh dan air mata.</p>
<p>Suatu yang saya sendiri tidak pernah sangka bahwa semua ini berawal dari hal-hal sederhana serta campur tangan-Nya. Selalu teringat janji-Nya,  bahwa semua akan indah pada waktunya. Keindahan cerita cinta, cerita kehidupan dan kenikmatan tanpa henti yang terus ingin saya nikmati. Selamat ulang tahun sayang.</p>
<p><em>Ini cerita versi istri saya, judulnya &#8216;4 Tahun Bersamamu&#8217;&#8230;</em></p>
<p>Disaat kita mulai berserah, disaat itulah kasih dan roh Tuhan mulai bekerja. Usaha yang terlalu keras malah membuat kita lupa akan campur tangan Tuhan karena tidak ada celah bagi RohNya untuk bekerja bagi kita. Disaat aku mulai menyandarkan harapan2ku  padaNya, disaat itulah Ia membawaku bertemu seseorang yang ternyata telah Ia siapkan untuk menjadi Ayah dari anak2ku, Tyas.</p>
<p>4 tahun sudah ku lalui berbagi cerita hidup bersama Tyas. Tahun pertama yang penuh gejolak; gejolak bahagia, gejolak emosi yang menuntut penerimaan dan pengertian akan kekurangan masing2, menguji kesetiaan terhadap cinta dan janji perkawinan. Tahun kedua yang penuh berkah dan kebahagiaan, karena hadirnya mukzizat Tuhan dalam keluarga kecil ini, Christian Keanu Caherswara a.k.a Tian. Tahun ketiga yang penuh warna; Tyas dengan businessnya, Aku dengan pekerjaanku dan pengalaman awal menjadi orang tua untuk Tian, mulai kompromi tuk menentukan mana dan apa yang terbaik bagi pangeran kecil kami.</p>
<p>Tahun keempat, tahun yang baru akan kita  lewati. Tahun yang untukku harus bisa dimulai dengan lebih baik. Jadi istri yang lebih peka akan kebutuhan suami, keinginan suami dan berharap sebaliknya. Komunikasi yg lebih baik, bisa saling mengutarakan keinginan masing2, tidak hanya diam yang sewaktu2 bisa jadi bom bumerang. Jadi ibu yang lebih perhatian, sabar, membimbing lebih. Kadang masalah2 kecil justru penting sebagai landasan kuat tidaknya menghadapi masalah yang lebih besar. Berharap perkawinan ini terus bertahan sampai maut yang memisahkan. Mencoba sekuat tenaga untuk tidak membiarkan hal2 yang katanya lazim dialami rumahtangga pada umumnya, terjadi dalam rumah tanggaku. Banyak yang bilang, kalau sudah jadi istri, jatuh bukannya ditolong tapi malah dimaki2,beda waktu masih belum memiliki, pasti setengah mati dihibur dan disayang. Yaa semacam itulah. Semoga dia juga berusaha tidak seperti itu.</p>
<p>4 tahun lalu, tiada detik tanpa senyum menanti sms darinya. Tiada menit tanpa kabar darinya. Tiada hari tanpa kedatangannya. Miss him like the old time&#8230;miss us like the old time&#8230;hope to miss him always, like I used to&#8230; Selamat hari perkawinan kita yang ke-4 suamiku.. I love u</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=473</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memanfaatkan Facebook Pages untuk Bisnis</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=463</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=463#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Tidak dapat dipungkiri memang facebook demikian booming beberapa tahun terakhir baik dalam skala dunia juga di negara kita. Facebook sebagai situs jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg. Jejaring sosial yang dipahami sebagai struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya individu dan organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik. Analisis jaringan sosial memandang hubungan sosial ini sebagai simpul atau ikatan. Simpul adalah aktor individu, sedang ikatan adalah hubungannya.
Facebook memiliki dua jenis halaman untuk non-personal. Yang pertama adalah Facebook Pages, yang memungkinkan tokoh-tokoh masyarakat, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak dapat dipungkiri memang facebook demikian booming beberapa tahun terakhir baik dalam skala dunia juga di negara kita. Facebook sebagai situs jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg. Jejaring sosial yang dipahami sebagai struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya individu dan organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik. Analisis jaringan sosial memandang hubungan sosial ini sebagai simpul atau ikatan. Simpul adalah aktor individu, sedang ikatan adalah hubungannya.</p>
<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/facebook.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-465" style="margin: 8px;" title="facebook" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/facebook-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Facebook memiliki dua jenis halaman untuk non-personal. Yang pertama adalah Facebook Pages, yang memungkinkan tokoh-tokoh masyarakat, bisnis, atau merek sebuah ruang untuk berbagi informasi, berinteraksi dengan fans mereka dan menciptakan sebuah forum interaktif di Facebook. Jenis lain adalah Facebook Groups, fokus kurang pada seseorang, merek atau bisnis dan lebih pada kepentingan bersama. Tidak seperti Pages, Grup memiliki batas anggota 5000. Halaman dapat mengikat dengan account Anda atau merek, sementara Grup berdiri sendiri. Facebook Pages cenderung untuk bekerja lebih baik untuk bisnis sementara Grup melakukannya dengan baik untuk non-keuntungan dan kesamaan minat.</p>
<p>Jelas kiranya dua jenis halaman facebook diatas secara fungsi dan manfaatnya. Saya seringkali melihat ada beberapa teman yang salah menggunakan salah satu jenis tersebut untuk tujuan yang kurang tepat. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan facebook personal untuk kepentingan bisnis. Saya yakin diantara sekian banyak teman anda, ada yang menggunakan profil personal untuk wadah bisnis atau tokonya. satu hal yang sangat disayangkan, karena penggunaan facebook pages akan lebih tepat untuk mewadahi kebutuhan tersebut.</p>
<p>Saya coba terangkan sedikit mengenai membuat facebook pages untuk kebutuhan bisnis. Jadi tidak ada alasan lagi menggunakan halaman yang kurang tepat, ibarat pergi berenang menggunakan seragam senam. Bisa-bisa saja namun karena peruntukannya bukan untuk renang maka hasil akhir jelas tidak optimal dan maksimal. Sangat disayangkan karena tenaga yang anda keluarkan untuk membuatnya juga sama. Simak beberapa langkah dibawah:</p>
<p><strong>Pengaturan Awal Halaman facebook Pages</strong><br />
<a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/facebook_pages.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-464" style="margin: 8px;" title="facebook_pages" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/facebook_pages-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Ciptakan halaman Facebook bukan untuk nama Anda, melainkan nama bisnis dengan pertimbangkan perusahaan, produk atau nama jasa. Jangan lupa tambahkan kata kuncinya. Orang mungkin lebih cenderung ke subscribe Page (atau menjadi &#8220;penggemar&#8221;) ketika mereka melihat topik yang mengikuti nama perusahaan. Saya membuat facebook pages untuk kedua web yang saya kelola, indoteknik.com dan indoseluler.com. Bisa dilihat perbedaannya antara penggunaan personal dengan penggunaan bisnis bukan?</p>
<p>Saya membangun keduanya sebagai fitur tambahan untuk meningkatkan brand melalui facebook, selain untuk gaya-gayaan mengikuti trend tentu saja <img src='http://maribaca.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> jelas bukan core bisnis yang hanya mengandalkan facebook saja walaupun secara teori dengan menggunakan facebook pages sebagai full-time bisnis terutama toko online juga sangat memungkinkan pada saat ini. Oiya dengan hasil yang cukup tentu saja, bukan suatu yang profesional, tidak mengapa bukan untuk pembelajaran bisnis Anda.</p>
<p><strong>membuat Halaman Facebook Pages</strong><br />
Membuat halaman Facebook baru memerlukan memilih kategori untuk halaman Anda. Ada tiga pilihan utama: &#8220;Lokal,&#8221; &#8220;Brand, Produk atau Organisasi&#8221; atau &#8220;Artis, Band atau Public Figure. Subkategori dari ketiganya sangat beragam, dan pastinya upaya Anda membuat facebook pages ini ada disalah satunya. Lihatlah kategori dan subkategori untuk melihat di mana Anda paling cocok. Pilih yang terbaik dalam memposisikan bisnis anda dari hal yang paling sederhana ini.</p>
<p><strong>Pengelolaan Isi Halaman Business</strong><br />
Sebelum penyiaran bahwa Facebook Pages Anda terbuka untuk bisnis, menambahkan beberapa konten berharga sehingga orang akan melihat manfaat dalam berlangganan:</p>
<ul>
<li>Berbagi tips tentang bagaimana melakukan sesuatu lebih cepat atau lebih efektif dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.</li>
<li>Rajin mengisi/posting video yang kontekstual.</li>
<li>Umumkan perihal acara-acara/event mendatang.</li>
<li>Impor entri blog Anda juga akan menjadi hal menarik untuk penggemar.</li>
</ul>
<p>Jika Anda tidak siap untuk halaman atau ingin menjadi akrab dengan Facebook Pages, berlangganan dibeberapa halaman lainnya dan mengunjungi mereka secara teratur. Lihat mana yang bekerja, dan apa yang membuat mereka lebih baik daripada mereka yang tidak bekerja dengan baik. Pembanding ini akan sangat baik bagi facebook pages Anda nantinya. Paling tidak sudah ada pelajaran dari halaman lain yang akan membangung pages Anda lebih baik.</p>
<p><em>Sudah siapkah bisnis atau merek Anda menggunakan Facebook pages?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=463</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Pahlawan II</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=423</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=423#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 18:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family Life]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan dari Selamat Jalan Pahlawan I
14 Desember 2009
Pukul setengah lima saya tiba juga di bandara Soekarno Hatta. Menantikan keberangkatan pesawat Lion pukul 7 ke Jogjakarta. Pesanan tiket semalam yang dibatalkan membuat masalah tambah sedikit runyam. Mata letih karena  kekurangan tidur mau tak mau harus terbelalak. Saya harus adu argumen pagi ini untuk pemesanan 6 kursi pada tadi malam yang dibatalkan. Tapi mau bilang apa, jika sistem canggih komputer lawan bicara saya sudah berbicara. Pemesanan ulang dilakukan, dan untungnya posisi keenam kursi stok terakhir yang akan membawa saya dan sanak saudara ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Lanjutan dari <a href="http://maribaca.net/?p=369" target="_self">Selamat Jalan Pahlawan I</a></em></p>
<p><strong>14 Desember 2009</strong><br />
Pukul setengah lima saya tiba juga di bandara Soekarno Hatta. Menantikan keberangkatan pesawat Lion pukul 7 ke Jogjakarta. Pesanan tiket semalam yang dibatalkan membuat masalah tambah sedikit runyam. Mata letih karena  kekurangan tidur mau tak mau harus terbelalak. Saya harus adu argumen pagi ini untuk pemesanan 6 kursi pada tadi malam yang dibatalkan. Tapi mau bilang apa, jika sistem canggih komputer lawan bicara saya sudah berbicara. Pemesanan ulang dilakukan, dan untungnya posisi keenam kursi stok terakhir yang akan membawa saya dan sanak saudara menuju pemakaman kakung masih kosong. Saya booking dan menunggu datangnya vanti adik saya dan Mas Deni suaminya, dan sepupu saya Mas Diki dan Istrinya Mbak Inel dan Deny (lagi).</p>
<p>Mata saya sayu, walau kantuk tidak lagi terasa. Pikiran saya melayang jauh dari kursi bandara ini, sendiri. Menembus batas geografis pulau jawa, melintasi dua propinsi dan dimensi waktu, satu hari yang lalu. Saat itu saya dalam perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta. Saat bercanda riang dengan anak saya berumur dua tahun dalam kereta Argo Lawu, saat sepatu karet menghentak lantai kereta tanpa henti karena tian yang berlalu lalang sepanjang koridor kereta. Hari itu ceria bertambah dari ibu yang menawarkan lotek di stasiun Purwokerto juga oleh-oleh wingko babad bermerek kereta api yang terbungkus rapi walau kami tahu setelah tiba isinya jelek semua.</p>
<p>Hal yang bertolak belakang terjadi di Rumah Sakit Detasemen Kesehatan Tentara, Jogjakarta. Suara Alquran tak henti menemani tidur kakung kami. Entah, beliau mendengar dendang lagu dari mulut anak-anaknya atau tidak, ataukah suara itu sudah tidak terdengar lagi, dihiraukan bagai peluru dikaki. Kakung tertidur sejak kemarin malam. Komunikasi terakhir kakung adalah dengan saya, saat beliau masih memandang walau dalam kabur genangan air mata, saat beliau masih bisa berkata walau berat tahi lalatnya mempengaruhinya pembicaraannya, saat beliau menolak saya untuk beranjak meninggalkannya.</p>
<p>Dendang Allahu Akbar tidak berhenti hari itu. Sikap berpasrah atas kondisi yang semakin memburuk dilakukan anak-anak tentara yang pensiun dini pada 1965 itu. Usia 45 tahun memutuskan dengan jiwa besar untuk menjadi seniman karena tuntutan jaman. Seniman pada masa itu memang hidup bergelimang harta, penghargaan negara atas seniman begitu tinggi dari negara dipimpin oleh Ir. Sukarno yang begitu mencintai seni. Namun untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Pada 1966, pemerintahan berganti. Pendiri bangsa tidak lagi memegang kendali. kehidupan seniman turus drastis, juga kakung kami.</p>
<p>Secara tidak langsung, Kakung menjadi korban politik tahun 1966. kehidupan pada masa itu menjadi merosot drastis. Kekayaan masa lalu berangsur hilang. Fiat 1948, Fiat konde dan motor gede sparta peninggalan kejayaan masa lalu tidak dapat ditahan lebih lama lagi. Pensiunan pada masa itu tidak mungkin mencukupi kehidupan. Beragam profesi pun dilakoni untuk keluarga. Supir bemo di Cimahi, atau jual bensin eceran bahkan menjual arang dilakukan tanpa malu. Profesi terakhir yang cukup sukses dengan dikenal masyarakat adalah tukang cat sepeda. Profesi yang masih jauh dari ideal, walau kenyataannya tetap bisa menghidupi keluarga dengan kondisi cukup. Jiwa seninya tetap terasah dalam lukisan dan patung-patung karyanya.</p>
<p>Bisikan Allah Maha Besar, tersamar oleh nafas pendek yang berirama. Hingga pukul 5.10 nafas itu semakin tak berirama, suara memelan dan irama semakin memanjang. Lambat laun semua menghilang, Kakung sudah tiada. Hembusan nafas itu tidak lagi ada, diantarkan oleh ke-4 anak-anaknya disisinya. Tanpa istri kakung atau eyang putri kami dan satu anak kakung yang saat itu sedang istirahat di rumah. Dan itulah jalan terbaik-Nya. Tak lama, tangis tak tertahankan. Semua melepaskan kepergian dengan air mata terjernih yang pernah ada, kesegaran air mata melebihi mata air gunung tertinggi negeri ini. Campur aduk cerita masa lalu yang menyedihkan dan takkan pernah lagi kembali. Tangis berpasrah untuk melepaskan kepergian lelaki yang dulunya gagah, diiringi doa untuk segera berserah dengan sang Kahliknya.</p>
<p>Saya kembali tersadar kala air mata saya berkaca di bandara ini. Pikiran yang melayang telah kembali. Masih disini menunggu sanak saudara untuk terbang bersama, menemui jasad terakhirnya, menyampaikan pesan terakhir untuk beliau dan mengiringi pemakaman dengan doa terbaik yang bisa saya berikan. Pukul enam tanpa terasa, semua tiba di lokasi. Mata mereka lebih sembab dari saya, maklum mereka baru tiba dari jogja. Rombongan pertama tiba pukul satu, rombongan dua tiba pukul tiga dini hari. Saya jauh lebih beruntung, walau harus menjadi garda depan bangun pukul 3 dan bertugas mencari tiket di bandara sejak setengah lima.</p>
<p>Pukul 7 lewat, berputarlah roda pesawat Lion ini memulai perjalanan. Tepat dari waktu yang dijadwalkan. Canda tawa kami hanya sesekali, untuk sekedar mengalihkan duka kami. Cuaca diluar cerah, hiburan ringan untuk melihat hamparan daratan terpapar dibawah kami. Beberapa gunung terlihat sempurna, walau sesekali tertutup awam putih yang bergerak halus. tanpa terasa satu jam perjalanan sudah dilalui, Jogja sebentar lagi dan haru siap menghampiri.</p>
<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p10158451.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-425" style="margin: 8px;" title="p10158451" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p10158451-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Malam hari jenasah kakung sudah diantarkan ke rumah di bilangan Maguwoharjo Desa Ringinsari. Setibanya kami disana, tenda sudah berdiri. Para tamu yang terdiri dari tetangga dan sanak saudara telah hadir sejak pagi. Kami langsung menuju dalam untuk mendoakan dalam hati kakung yang sudah terbungkus kain rapi. Tertidur abadi dalam peti. Jenasah kakung diletakan di ruang televisi, tidak jauh dari kamar dan ruang duduk tempat kakung biasa menghisap dji sam soe siang hingga malam hari. Tempat kumpul bersama dalam tawa, saling ejek dalam canda sudah biasa. Hal yang sama dengan kakung dan tuti (eyang putri), selalu berselisih paham dalam banyak hal, selalu bertengkar bukan canda namun tetap tidak pernah bisa terpisahkan. Dekat bertengkar, namun jauh saling merindu. Hal yang sudah biasa didengar, dan menjadi hal selalu dinantikan keluarga besar kami.</p>
<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/_mg_7135.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-426" style="margin: 8px;" title="_mg_7135" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/_mg_7135-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Suasana hari ini memang berbeda. Kali pertama rumah ini berduka, melepas pahlawan dengan banyak tanda jasa. Pahlawan yang biasa duduk disudut kursi biru ruang tengah menghembuskan tar dan nikotin ke tudung lampu diatas meja kaca dan langit-langit, sudah berpindah tempat. Rokok dan korek api gas serta gelas besar berisi teh yang biasa tergeletak dimeja pun tidak tampak. Kali ini digantikan deretan cangkir bertatakan rapi milik saudara dan tamu yang hadir. Satu yang sama. Eyang putri kami duduk di kursi seberang tempat duduk kakung seperti yang biasa dilakukannya. Namun kali ini raut wajah ceria itu sirna. Pelupuk matanya sesekali basah oleh tetesan air mata. Pikirannya melayang, entah ke dimensi waktu mana. Namun pastinya sedang bersama dalam bayang-bayang suami tercinta, kakung kami.</p>
<p>Jenasah kakung akan dimakamkan hari ini di Taman makam Pahlawan Kusumanegara, di tengah kota Jogjakarta. Lokasi bersemayam yang sama dengan tokoh Nasional Jendral Besar Republik ini Jendral Soedirman dan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Alangkah hebat bukan tempat peristirahatan kakung, nanti bisa dilihat digambar betapa indahnya. Persiapan pemberangkatan dilaksanakan pukul 11 siang dengan upacara militer bercampur tradisi jawa.</p>
<p>Upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah Brobosan. Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak  keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. Upacara  Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal, sebelum dimakamkan,  dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua. Acara ini dengan peti mati yang dijunjung tinggi di depan halaman rumah dan anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan,  berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama (seharusnya)  tiga kali dan searah jarum jam.</p>
<p>Setelah upacara selesai, berangkatlah kami menuju &#8216;rumah masa depan&#8217; kakung kami. jenasah menggunakan ambulan militer, dan kami sekeluarga besar dalam bis. Ambulan berjalan didepan, tidak pelan namun nyaman untuk menikmati setiap putaran roda menuju menit terakhir peristirahatan pejuang negara dengan penghargaan terakhirnya adalah Lencana Cikal Bakal Tentara nasional Indonesia pada 23 Pebruari 1999 dan ditandatangani oleh Presiden Indonesia ketiga, Bahcharuddin Jusuf Habibie.  kakung kepala keluarga sekaligus Kepala Bagian Alat-alat Penolong STMI (sekolah Teknik Militer Invantri) berpangkat Pembantu Letnan dengan Surat Tanda kehormatan yang ditandatangani oleh Mentri Pertahanan, Mr. Ali Sastroamidjojo pada 5 oktober 1954.</p>
<p>Dua puluh menit diperjalanan dan tibalah kami semua, Peti mati diturunkan dari ambulan dan upacara militer dilakukan Prajurit TNI dengan gagahnya. Tembakan salvo 1 kali sebelum memasuki gerbang depan menghentak keheningan dan kesunyian siang yang terik itu. Penghormatan sang pejuang bangsa mempertahankan kemerdekaan RI semasa pergolakan melawan milter Belanda yang berupaya menjajah Indonesia kembali sesudah Proklamasi 17 Agustus 1945.</p>
<p>Prosesi berlanjut hingga tembakan salvo terakhir saat jenasah sebelum dimasukan liang kubur. kembali gagah suara tembakan memecah kesunyian, meneriakan duka sekaligus menyampaikan bangga di dada. Pemakaman berjalan sempurna tanpa kurang apapun. Hingga peristirahatan terakhir raga yang telah tertutup dalam gumpalan tanah bercampur pasir beserta seluruh doa-doa kami. Agar kakung kebanggaan kami yang kaya syariat horisontal dalam nilai-nilai hidup universal ini kembali dalam pangkuan-Nya. Selamat jalan pahlawan&#8230;</p>
<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015901.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-449" style="margin: 8px;" title="p1015889" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015889-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="size-thumbnail wp-image-450 alignnone" style="margin: 8px;" title="p1015893" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015893-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-451" style="margin: 8px;" title="p1015901" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015901-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015915.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-452" style="margin: 8px;" title="p1015915" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015915-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015942.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-454" style="margin: 8px;" title="p1015942" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015942-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015947.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-455" style="margin: 8px;" title="p1015947" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015947-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=423</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kearifan Budaya Lokal dalam Desain Baru Maribaca.net</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=411</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=411#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 15:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung sabtu minggu kemarin saya pengangguran alias tidak punya kerjaan, alhasil maribaca.net menjadi kanvas saya selama dua hari untuk iseng-iseng bermain dengan CSS (Cascading Style Sheet). Template wordpres gratis bernama Arthemia pun saya olah agar menghasilkan desain yang lebih punya sentuhan personal.  Buah karya desainer web Michael Hutagalung asal Sumatra Utara yang tinggal di Bandung (CMIIW) itupun saya olah. Sudah lama sebenarnya saya menggunakan template ini, hanya saja berhubung belum ada niatan untuk utak-atik tampilan maka saya biarkan apa adanya. Bahkan cenderung kurang sebenarnya =D
Beberapa jam pikir-pikir cari konsep desain, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/desain_baru_maribaca.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-410" style="margin: 8px;" title="desain_baru_maribaca" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/desain_baru_maribaca-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Berhubung sabtu minggu kemarin saya pengangguran alias tidak punya kerjaan, alhasil maribaca.net menjadi kanvas saya selama dua hari untuk iseng-iseng bermain dengan CSS (<em>Cascading Style Sheet</em>). Template wordpres gratis bernama Arthemia pun saya olah agar menghasilkan desain yang lebih punya sentuhan personal.  Buah karya desainer web Michael Hutagalung asal Sumatra Utara yang tinggal di Bandung (CMIIW) itupun saya olah. Sudah lama sebenarnya saya menggunakan template ini, hanya saja berhubung belum ada niatan untuk utak-atik tampilan maka saya biarkan apa adanya. Bahkan cenderung kurang sebenarnya =D</p>
<p>Beberapa jam pikir-pikir cari konsep desain, eh tiba-tiba saja kesambet untuk membuat desain blog ini dengan motif yang lebih &#8216;indonesia&#8217;. Ceritanya sih biar saya selalu ingat tentang kearifan budaya lokal ditengah derasnya kemajuan jaman. Pola batik adalah pilihan saya. Batik yang telah mendapatkan pengakuan dari Educational, Scientific and Cultural Organisation - Unesco sejak 2 oktober 2009 saya rasa akan menjadi suatu hal yang menarik jika saya aplikasikan dalam blog ini. Browsing beberapa saat untuk mencari pola yang tepat, dan dapatlah pola kancing ini. Batik sebagai teknik perintang warna dengan menggunakan lilin (malam) inilah yang kemudian tampil sebagai latarbelakang walau disini tidak diwarnai dengan lilin melainkan adobe photoshop CS2. Dalam hal ini esensi batiknya itu toh yang lebih penting =)</p>
<p>Batik, sebagaimana namanya mbatik adalah ngemban titik. Secara filosofis berarti : padat karya. Karena membatik membutuhkan banyak tenaga kerja. Dari mulai mendesain, menggambar motif, membuka-tutup kain dengan malam, mewarnai, hingga memasarkan batik itu sendiri. Mbatik juga bisa berarti mbabate teko sitik. Membatik membutuhkan kesabaran luar biasa, mengingat membatik bersumber dari kata hati. Huebat bukan filosofis kearifan budaya kita. Suatu hal yang harus dipertahankan bahkan justru dikembangkan untuk memperkaya khasanah dari mbatik itu sendiri. Hal yang berlaku juga dengan banyak budaya lain di negeri kita yang kaya ini.</p>
<p>Kembali lagi perihal desain. Untuk meningkatkan konsep kearifan lokal yang lebih dalam, maribaca.net menampilkan beberapa bagian dalam tulisan huruf jawa atau biasa dikenal hanacaraka. Jenis huruf Jawa yang saya cukup kaget ternyata sudah ada dalam format digital. Siapapun pembuatnya saya sangat bangga karenanya. Saya coba tampilkan walau saya sendri baru kali pertama menggunakan jenis huruf ini. Buat yang mau download font Hanacaraka silahkan <a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/font-hanacaraka.zip">sedot disini </a>dengan gratis. Gunakan untuk banyak aplikasi, dan beritahukan pada dunia.</p>
<p>Akhir kata begitulah desain baru blog ini, hasil pengangguran dua hari. Silahkan dinikmati dengan segala kekurangannya. Salam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=411</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berbisnis dengan konsep Low Cost High Impact</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=385</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=385#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 18:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<category><![CDATA[Strategi]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang Marketing]]></category>

		<category><![CDATA[Toko Online]]></category>

		<category><![CDATA[Toko Teknik Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Bicara mengenai bisnis low cost high impact, mungkin saya orang yang bisa berbagi perihal pengalaman itu. Kenapa? Mata pencaharian saya selama ini dibangun dari bisnis bermodal yang sangat minim, dan syukurnya sejauh ini sudah dapat menghasilkan kinerja yang cukup matang (belum mau dibilang matang ;). Modal dengkul dan hasil penjualan kamera kesayangan Canon 350D dan lensa Tamron yang selama itu buat menambah penghasilan dengan pemotretan wedding akhirnya dapat membuat toko teknik dan perkakas online saya berjalan. Modal minim yang bisa dibilang tidak seberapa itu saya putuskan untuk menjadi bisnis online ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/highimpact1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-391" style="border: 1px solid black; margin: 8px;" title="highimpact1" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/highimpact1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Bicara mengenai bisnis low cost high impact, mungkin saya orang yang bisa berbagi perihal pengalaman itu. Kenapa? Mata pencaharian saya selama ini dibangun dari bisnis bermodal yang sangat minim, dan syukurnya sejauh ini sudah dapat menghasilkan kinerja yang cukup matang (belum mau dibilang matang ;). Modal dengkul dan hasil penjualan kamera kesayangan Canon 350D dan lensa Tamron yang selama itu buat menambah penghasilan dengan pemotretan wedding akhirnya dapat membuat toko teknik dan perkakas online saya berjalan. Modal minim yang bisa dibilang tidak seberapa itu saya putuskan untuk menjadi bisnis online yang dulu saya sangat yakini akan menjadi bisnis yang bisa diperhitungkan dalam beberapa tahun kedepan.</p>
<p>Entah saya memulai disaat yang tepat atau tidak, tapi bagaimanapun juga ada jeda waktu cukup lama untuk pengenalan kepada target market dengan sedikit edukasi pasar. Walaupun syukurnya masa-masa ini tidak terlalu lama, sehingga modal minim yang membuat nafas bisnis tidak bisa panjang dapat cepat bergulir.</p>
<p>Jika dipikir saat ini, mungkin itulah seninya berbisnis. Low cost membuat kita berpikir keras untuk &#8216;how to&#8217; memutar modal kurang itu untuk memanfaatkan dengan hal-hal yang penting saja. Banting stir dari kerja sebagai pekerja seni komersial (PSK) di bagian desain grafis untuk mempelajari programming web guna mengurangi extra cost perancangan web atau belajar banyak hal terkait toko teknik saya untuk mengurangi cost lain-lain yang tidak perlu. Hal yang tidak perlu terjadi jika modal cukup banyak, dengan hasil akhir harusnya juga high impact. Walaupun kenyataannya tidak sedikit yang mengalami high cost low impact atau lebih parahnya high cost no impact. Salah satu akibat dari strategi yang tidak tepat!</p>
<p>Pemikiran itulah yang mengundang pemikiran bahwa selama ini saya menjalani cukup banyak tantangan dan pemikiran untuk melepaskan diri dari belenggu low cost, salah satunya dengan media online tersebut. Tantangan inilah yang secara tidak langsung menguatkan pemikiran akan strategi komunikasi yang tepat adalah kunci untuk suksesi itu. Tidak mudah karena butuh pemikiran matang yang seringkali adalah nukleus dari bisnis itu sendiri, karenanya saya beranikan diri untuk memperlajari lebih matang mengenai strategi komunikasi online dengan indolaras.com.</p>
<p>Indolaras yang bukan sekedar perancangan situs web, melainkan menjembatani antara kebutuhan pengguna dengan konsep situs Anda. Seperti perancangan rumah tinggal* yang menjadi demikian personal karena mengakomodir pengguna rumah dengan berbagai kebutuhan baik individu, kelompok kecil (keluarga) dan kelompok yang lebih makro (masyarakat) dan itu yang tidak akan pernah sama antara person satu dengan lainnya. Indolaras mengkonsentrasikan pada kebutuhan yang bersifat personal bukan masal baik itu individu, instansi pemerintahan, pendidikan, perusahaan dan lainnya. Konsentrasi penuh pada media online, sebagai salah satu media yang memungkinkan berjalannya konsep low cost high impact tersebut.</p>
<address>* mengistilahkan dengan perancangan rumah, karena kerinduan dalam berarsitektur <img src='http://maribaca.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=385</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Komunikasi Online Tepat Guna</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=380</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=380#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 17:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Strategi]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Strategi komunikasi seringkali menjadi hal yang dinomorsekiankan dalam perancangan situs web atau dalam hal ini komunikasi online. Padahal, perancangan yang benar selalu berawal dari strategi yang tepat guna terhadap suatu tujuan yang hendak dicapai. Web yang bagus atau menarik dalam hal visual saja kadang belum cukup untuk tercapainya suatu strategi yang benar-benar berhasil. Banyak pertimbangan penting untuk tercapai tujuan dari suatu komunikasi online apakah itu untuk sebuah institusi pemerintahan, pendidikan, perusahaan atau web untuk penjualan atau e-commerce, bahkan untuk personal branding sekalipun. Suatu web kemudian dapat menjadi suatu hal yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/communication.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-404" style="margin: 8px;" title="communication" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/communication-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Strategi komunikasi seringkali menjadi hal yang dinomorsekiankan dalam perancangan situs web atau dalam hal ini komunikasi online. Padahal, perancangan yang benar selalu berawal dari strategi yang tepat guna terhadap suatu tujuan yang hendak dicapai. Web yang bagus atau menarik dalam hal visual saja kadang belum cukup untuk tercapainya suatu strategi yang benar-benar berhasil. Banyak pertimbangan penting untuk tercapai tujuan dari suatu komunikasi online apakah itu untuk sebuah institusi pemerintahan, pendidikan, perusahaan atau web untuk penjualan atau e-commerce, bahkan untuk personal branding sekalipun. Suatu web kemudian dapat menjadi suatu hal yang &#8216;personal&#8217; yang mencerminkan citra diri atau institusi yang ditujukan untuk hal-hal lain diluar dirinya.</p>
<p>Terdengar menjadi tidak sesederhana itu bukan? Suatu web bukan lagi dilihat secara teknis yang berisi sekumpulan bahasa program yang disinergikan dengan baik dengan tampilan visual,melainkan sudah melangkah lebih jauh dari ranah yang bersifat teknis ke suatu yang lebih manusiawi. Situs (komunikasi online) memiliki jiwa. Ibarat suatu rumah yang dirancang dalam cerminan pemiliknya, disesuaikan dengan kebutuhan (needs) pengguna dan juga pastinya melibatkan lingkungan yang lebih makro baik secara geografis, kultural atau budaya dan mikro dalam lingkungan sekitarnya. keseimbangan dalam beragam ranah yang terformulasi dengan baik itu yang menciptakan keseimbangan komunikasi yang akan sesuai dengan apa yang ditujukan dalam strategi perancangan.</p>
<p>Beberapa langkah untuk mencapai strategi komunikasi yang tepat untuk bisnis Anda kurang lebih:<br />
<strong>1. Penelitian Latar dan Kultural</strong><br />
Penelitian dan penggalian ide dasar dari komunikasi melalui media maya yang akan dikerjakan. Beberapa komunikasi online yang ada sebelumnya dapat menjadi landasan juga panduan yang baik. Gali kebutuhan atau needs dari pengguna yang belum dijamah untuk menjadi konsep yang baik dalam komunikasi.</p>
<p><strong>2. Penciptaan Strategi Komunikasi</strong><br />
Perancangan strategi berdasarkan latar belakang penciptaan komunikasi online diatas. Ciptakan komunikasi yang tepat berdasarkan kebutuhan (needs) dari target market tersebut. Penelitian kultural dari target market tersebut akan dapat menjadi landasan yang baik untuk menciptakan strategi yang berdasarkan user online behavior Anda.</p>
<p><strong>3. Perancangan dan Branding</strong><br />
Merancang visualisasi yang tepat dan efektif untuk menjangkau target market. Bagian ini erat kaitan dalam proses branding, baik branding produk, jasa, personal, institusi, perusahaan, toko dan lainnya melalui media online. Branding sebagai proses penciptaan persepsi (positif tentunya) terhadap target market. Persepsi disini diartikan memberikan makna pada stimuli indrawi.</p>
<p>Komunikasi online dianggap sebagai suatu merek yang diluncurkan untuk memberikan persepsi tertentu guna melekat dalam mind target market/pengguna yang telah ditentukan.</p>
<p><strong>4. Proses Pengembangan Komunikasi Online</strong><br />
Pengembangan komunikasi online dalam hal yang lebih teknis. Banyak hal teknis dalam komunikasi online yang akan membantu dalam suksesi strategi Anda, antara lain optimalisasi mesin pencari, bahasa program yang digunakan terkait dengan kinerja server, perihal email, teknologi media sosial dan banyak hal terkait pengembangan komunikasi yang terkini.</p>
<p><strong>5. Go Publik</strong><br />
Langkah akhir dalam jaringan perancangan komunikasi online dalam ranah internal. Launch situs online untuk mengejar target market yang sudah ditetapkan berdasarkan strategi yang sudah di tentukan pada beberapa langkah sebelumnya. Menjadi situs yang populer memang tidak semudah membalik telapak tangan, salah satunya dengan launch yang tepat sasaran. perhitungkan secara masak proses launch apa yang telah disusun guna hasil yang semakin efektif dalam penyampaian persepsi ke target market.</p>
<p>Beberapa rangkaian proses pencapaian komunikasi online yang efektif dan tepat guna untuk hasil akhir yang lebih optimal untuk pengguna online yang Anda tetapkan. Membangun komunikasi yang tidak tepat ibarat menebar garam di lautan. Lautan dunia maya yang sangat luas dapat menenggelamkan strategi yang tidak tepat. Lantas, masih berminat membangun suatu yang tidak tepat guna dan berharap semuanya baik-baik saja? Membuang segala waktu yang sudah Anda diberikan untuk suatu hasil yang sia-sia.</p>
<p>* Artikel ini dapat dilihat juga di <a href="http://indolaras.com/index.php/en/blog/strategi-komunikasi-online/111-strategi-komunikasi-tepat-guna" target="_blank">http://www.indolaras.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=380</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Pahlawan (I)</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=369</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=369#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 03:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family Life]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[10 Desember 2009
Hari ini adalah hari bersejarah dalam keluarga kecil saya. Anak pertama saya akhirnya mengadakan perjalanan menuju Kota jogjakarta menggunakan kereta api yang pertama kalinya. Kendaraan besi bergandengan yang selama ini hanya dilihatnya dari film seri Thomas &#38; Friends kesayangannya akhirnya tampil gagah dihadapannya. Wajah sumringah tidak dapat disembunyikannya, kekaguman akan besi raksasa itu tampak jelas di wajah lucunya. Antrian panjang siang hari di Stasiun Gambir terobati sudah melihat kegembiraan dua mahluk indah tiada dua yang menduduki kursi 12D itu, dan buat saya tidak ada lagi yang lebih penting ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>10 Desember 2009</strong><br />
Hari ini adalah hari bersejarah dalam keluarga kecil saya. Anak pertama saya akhirnya mengadakan perjalanan menuju Kota jogjakarta menggunakan kereta api yang pertama kalinya. Kendaraan besi bergandengan yang selama ini hanya dilihatnya dari film seri Thomas &amp; Friends kesayangannya akhirnya tampil gagah dihadapannya. Wajah sumringah tidak dapat disembunyikannya, kekaguman akan besi raksasa itu tampak jelas di wajah lucunya. Antrian panjang siang hari di Stasiun Gambir terobati sudah melihat kegembiraan dua mahluk indah tiada dua yang menduduki kursi 12D itu, dan buat saya tidak ada lagi yang lebih penting dari itu semua.</p>
<p>Tujuan utama perjalanan kami adalah menengok eyang kakung saya yang sedang dirawat di rumah sakit DKT/RS Dr. Soetarto di Jalan Jawadi, Jogja. Kondisi kakung saya ini memang kritis sejak 3 hari lalu karenanya kedua orang tua saya dan beberapa adik bapak saya sudah berada disana. Itulah musabab pertama kami bertiga terdampar di kursi taksaka untuk menikmati setiap kilometer petualangan ini dengan melihat pemandangan malam ke arah kiri. Hingga malam semakin larut dan satu persatu mulai terlelap dalam irama kereta ekspres menyisakan kegembiraan ini untuk saya nikmati sendiri.</p>
<p>Sepuluh jam perjalanan sudah kami lalui, jam expedition pemberian seorang Jendral kawan bapak saya sudah menunjukan 5.30 pagi. Kereta mulai memasuki Stasiun Tugu, Jogjakarta. Kepala yang berat karena kurang tidur tidak boleh dibiarkan, waktunya meninggalkan kereta dengan menggendong tian yang masih tertidur di dada depan, ransel 8 kilo dipunggung dan tas gendong lain di lengan kanan. Tidak terlalu berat karena kegembiraan untuk bertemu bapak juara satu seluruh dunia (meminjam istilah Andrea Hirata di sang Pemimpi) di pintu depan yang sudah menunggu kami sejak pukul lima. Semangatnya membara seperti biasa bertemu anak dan cucunya, lelah tidak tampak di wajah keriput usia lima puluhan walau sejak beberapa hari menunggu eyang kami di rumah sakit walau dengan jam tidur minim. Ceria tampak diwajahnya ketika Tian berangsur siuman dari tidurnya.</p>
<p>Kegembiraan pagi itu tidak berlangsung lama. Di jalan-jalan pertama kami ke Taman sari harus disudahi. Kami mendapatkan kabar kondisi Bapaknya Bapak saya itu semakin kritis. Wajah gembira mengajak jalan cucunya berubah drastis, Kami langsung menuju tujuan utama kami ke rumah sakit Detasemen Kesehatan tentara</p>
<p>Setibanya disana, saya melihat sesosok tubuh kejayaan masa lalu. Usia delapan puluh delapan tahun tampak kental di atas ranjang rumah sakit itu, nafasnya pendek karena asma yang diderita sejak lama. Matanya tertutup rapat sedikit basah oleh air mata dan kulit tangannya doreng seperti tentara karena penyakit kulit eksim yang sudah menempel sejak lima belas tahun silam. Semangat hidupnya seperti hampir lenyap ditelan bumi, juga ketampanannya.</p>
<p>Sedih menghantui saya seketika, teringat masa lalu. Saat tegap dada hasil didikan tentara pada masanya tidak dapat mengalahkan rokok gudang garam merah yang selalu bertengger di bibirnya, mengisi setiap ruang pulmones-nya. Saat kakung duduk dikursi besi bulat dan serius menonton  televisi yang menyiarkan acara dunia dalam berita di stasiun milik negara atau pertandingan tinju kegemarannya. Atau sekedar bercengkrama dengan jejeran patung-patung semen Venus de Milo atau Aphrodite of Milos, patung yunani kuno yang dicetak lebih dari 20 buah dan menghiasi rak besi bertutupkan plastik solusi mengurangi debu di salah satu rumah bercat kuning di pinggiran kota kecil Kutowinangun. Museum Louvre, Paris pun hanya memiliki satu patung yang ditemukan oleh petani bernama Yorgos Kentrotas tahun 1820. Berbagai gambaran masa lalu terlintas saat melihat wajah lelaki tampan ini.</p>
<p>Kekritisan kesehatan eyang kakung  membuat reflek beberapa dari kami disibukan beberapa saat &#8216;menerbangkan&#8217; pesan singkat via ponsel masing-masing ke sanak saudara di Jakarta. Pesan singkat yang sebenarnya pemberitahuan itu ternyata justru mengkoordinasikan sanak saudara untuk menyempatkan diri berkumpul ke Jogja esok hari. Hari itu juga diputuskan untuk 2 gelombang menuju Jogja. Gelombang pertama, rombongan jalur darat berangkat sore hari agar tiba keesokan harinya, sedangkan gelombang dua rombongan jalur udara yang berangkat keesokan hari.</p>
<p><strong>11 Desember 2009</strong><br />
Singkat cerita, hari ini berkumpullah kami keluarga besar Edy Kuntjoro. Campur tangan-Nya yang berkarya mengumpulkan kehadiran kami semua lengkap dengan anak cucu dan cicit. Anak-anak kakung, lengkap. Cucu absen 3 karena kesibukan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan, cicit absen pun 4. Lainnya hadir bahkan dengan pasangan hidup masing-masing. Kebersamaan yang lama tidak terjadi di keluarga besar ini, indah.</p>
<p>Kebersamaan ini membuahkan hasil yang tidak kami duga, Kakung siuman. Komunikasi terakhir beberapa hari lalu akhirnya dapat dilakukan kembali. Pendengarannya mendengar cinta kami, penglihatannya menyejukan nurani walau hanya sesekali dan mulutnya kembali mengucapkan seribu kata-kata menyejukan jiwa. Dan yang lebih penting dari semuanya, kami dapat melakukan doa bersama. Sekat-sekat dimensi agama hilang dalam nilai-nilai universal, beda keyakinan kami justru menguatkan kebersamaan yang menyatukan. Apalah yang lebih indah dari kedamaian karena meleburnya perbedaan pada umat manusia dalam nama cinta.</p>
<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015778.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-371" style="border: 1px solid black; margin: 8px;" title="Pekik Allah Maha Besar" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/p1015778-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Doa dari sanak saudara dan pemuka agama terus bergema. Hingga satu saat yang membuat linangan air mata kami tidak dapat tertahan. Kakung mengucapkan &#8220;Allahu Akbar&#8221; dengan suara kencang dan mantap, pimpinan doa dari cucu tercinta. Gelegar suara mengalahkan adzan subuh di keheningan pedalaman desa jojogan dieng di ketinggian 2.085 meter diatas permukaan laut. Bukan hanya sekali. Beberapa kali kami mendengar pekik Allah Maha Besar itu begitu merdu dari mulut lelaki tua, pejuang negara sekaligus penikmat seni itu. Kami yang berkumpul tidak kuasa menahan rembesan air dari sudut mata meminta dilepaskan. Bagai bendungan kelebihan air hujan. Keteduhan dan kedamaian syariat yang datang dari seorang filsafat ilmu pengetahuan.</p>
<p>Hari ini kami habiskan bersama keluarga besar di rumah sakit ini. Beberapa pohon besar di taman yang luas meneduhi hati kami di rumah sakit pendirian belanda ini. Kolam ikan usang yang sudah tidak digunakan menjadikan taman bagi kodok sekitar untuk bersenda gurau, ditemani anak-anak kami yang berlari kian kemari. Tikar plastik depan ruang juga ikut menemani kebersamaan kami, nyaman laksana permadani Turki. Pembicaraan arah kesehatan kakung menyertai orang tua kami dan anak-anak. Hal yang sudah harus dilakukan, mengingat kondisi beberapa hari ini.</p>
<p>Malam ini adalah malam terakhir saya di kota ini. Keesokan paginya saya, istri dan anak kembali melakukan perjalanan kereta kami menuju Jakarta. Kereta Argo Dwipangga pukul delapan pagi harus kami kejar untuk kembali menunaikan kewajiban kami di metropolitan senin hari. Oleh karenanya, larut malam ini kami harus berpamitan dengan kakung dan sanak saudara yang masih berencana menemani kakung. Satu hal yang paling saya benci, perpisahan. Selalu menyisakan perasaan hampa, tak digdaya tanpa bisa berbuat apa. Kakung yang sejak sore sudah tidak bertenaga untuk bicara, memang terlelap dalam tidur. Sedikit tidak tega untuk membangunkan, tapi bagaimanapun juga harus saya lakukan. Saya panggil perlahan di dekat telinganya.</p>
<p>saya: &#8220;Kung&#8230; kakung&#8230; ini tyas kung&#8230;&#8221;<br />
Saya memang tidak berharap kakung mendengar, bahkan menanggapi. saya terdiam beberapa saat, mempersiapkan kata perpisahaan tanpa perlu jawaban. Belum sempat saya berkata kedua kalinya, tanpa saya sangka, mata yang tertutup sejak sore itu perlahan seperti tergerak pelan oleh ribuan ototnya. Kaget beraduk gembira bukan kepalang, satu mata kakung terbuka untuk melihat saya. Pancaran cinta mengalun lembut tanpa kata.</p>
<p>saya: &#8220;kung, tyas, novel sama tian pamit dulu yaa&#8230;&#8221;<br />
saya katakan niat dan tujuan saya membangunkannya. Kata-kata singkat yang terluncur dari mulut saya atas berbagai dalih dan alasan kemanusiaan sebagai pekerja di ibukota. Alasan sederhana yang mendera banyak umat manusia untuk sekedar pembuktian diri atas tuntutan lingkungan. Eksistensi untuk menjadi manusia yang semakin manusiawi. Alasan yang tidak menjadi berarti melihat wajah lelaki tua ini.</p>
<p>kalimat terakhir tersebut saya tidak berharap mendapatkan jawaban. Pikiran dan mulutnya seperti terlalu lelah mengucapkan kata-kata sekedar menjawab pernyataan saya. Tahi lalat berukurang sedang yang bertengger di atas bibir sebelah kiri juga sepertinya menambah beban ekstra untuk sekedar mengucap kata. Dan tanpa disangka pula, mulut itu tiba-tiba terpompakan darah dari jantung ke otak dan menggerakkan otot mulut untuk berkata, &#8220;ojjoooo&#8230;. ooojjjooo (jangan pulang)&#8221;</p>
<p>Gelegar petir hasil pelepasan listrik diatmosfir berkekuatan 150.000 Kilometer per Detik berdaya 440 Kilo Ampere seperti menyambar dada saya seketika. Untuk pertama kalinya mulut tua itu mengatakan tidak dan melarang niat saya. Kakung yang selama ini selalu mengiyakan saya, menyetujui segala maksud dan tujuan saya bahkan sebelum saya selesai menjelaskan berbagai alasan dan pembenaran tiba-tiba mengatakan tidak dengan tegasnya. Hal aneh apa yang merasuki pikirannya, ataukah kinerja otaknya sudah demikian terganggu. Penolakan sederhana yang terdengar serak dipaksakan bagai tentara terlalu banyak berteriak itu membuat saya diselimuti keheranan luar biasa.</p>
<p>Dalih dengan segera saya lancarkan, pertama bahwa saya dan istri harus bekerja senin hari, atau kedua saya ke jakarta dulu sebentar untuk kembali lagi segera. Dibantu tante saya akhirnya penolakan itu berangsur hilang. Beberapa pengertian yang saya ungkapkan akhirnya mendapat ijin juga. Kakung mengiyakan kami untuk kembali ke Jakarta. Dialog dengan kakung ini selalu menyisakan tangis, penolakan kali pertama terhadap cucu-nya yang paling mendekati secara genetis dengan kadar sense of art yang saya miliki. Cucu ke-5 beliau dari anak ke-2 yang seringkali menjadi wadah beliau menuangkan aspirasi kesenian dan saya selalu berusaha menjadi pendengar setianya. Berusaha memahami percakapan tingkat tinggi tentang banyak hal estetis tentang keindahan universal yang melangkahi batas-batas generasi, walau seringkali isi kepala saya belum berhasil mengejawantahkan artinya.</p>
<p>Mata sayu itu masih terbuka, saat perpisahan ini mendekati waktunya. Saya masih memegang tangan kanan kakung yang berisikan tulang berselimut tipis kulit keriputnya. Sesekali saya gerakan tangan saya untuk mengusap permukaan kulitnya. Berharap gesekan tangan saya menyampaikan cinta yang tak terucap dalam kata. Kaki saya berat untuk meninggalkan ruangan ini. Saya tunggu sebentar sebelum akhirnya beliau menutupkan matanya untuk kembali tertidur. Nafasnya pendek semakin terdengar dalam tidurnya. Dan saya, istri dan tian melangkahkan kaki meninggalkan ruang itu yang masih berisikan beberapa sanak saudara. Kami menuju Hotel Winotosastro di Jalan Parang Tritis untuk beristirahat mempersiapkan perjalanan pagi hari.</p>
<p>* Tidak terlalu penting untuk diceritakan disini sebenarnya, tapi malam ini saya dan bapak saya pergi mencari angkringan di sekitar alun-alun selatan untuk sekedar bercengkrama lesehan menikmati Jogja kala malam. kami duduk berdua membicarakan banyak hal penting, kurang maupun tidak ditemani ronde dan kopi panas. Menikmati jogja malam dan segala aktivitasnya hingga pukul 3 dini hari dan kembali ke hotel.</p>
<p><strong>12 Desember 2009</strong><br />
Pukul 7 saya, istri dan tian sudah bersiap ke stasiun Tugu. Kedua orang tua saya yang menginap di hotel yang sama melepaskan kepergian kami menggunakan taksi langganan bermerek Fort Focus automatic yang saya tidak pernah temui di Ibukota sekalipun. Meluncurlah kami untuk mengejar argo Dwipangga pagi dan kembali menikmati perjalanan kendaraan beroda besi itu. Kegembiraan hadir untuk menghadirkan ekspresi terbaik kami terhadap tian yang berlari kesana kemari. Matanya girang tak kuasa menikmati perjalanan pagi ini. Hamparan sawah dan ladang adalah pemandangan langka  yang tidak boleh dilewati. Rangkaian itik antri menyaingi susunan gerbong kami, atau gerombolan sapi menikmati rumput pagi berbalut titik-titik embun terkena matahari. Sesekali duka tersisa di lubuk hati karena harus meninggalkan lelaki tua yang senang setengah mati karena sudah bisa mengaji.</p>
<p>Pukul lima kami tiba di jakarta. Kegembiraan dikereta hampir sirna terganti letih luar biasa. Taksi biru mengantar kami untuk kembali ke peraduan. Rumah serasa istana paling megah untuk melepas penat kami, Walaupun terganggu karena kegembiraan dan ceria tian tak kunjung usai bercerita tentang kereta kepada eyang uti kami yang sudah menunggu.</p>
<p>setengah tujuh malam, pesan singkat datang di ponsel saya kala ingin memulai istirahat ini. Singkat, tepat dan padat. Memberi kabar bahwa kakung sudah tiada sejak pukul lima. Petir yang menyambar saya atas pelepasan listrik berkekuatan 10.000 derajat celsius itu kembali menghampiri. Kali ini disertai gemuruh yang mengikuti karena pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir dan memuaikan udara dengan kecepatan melebihi kecepatan suara. Nafas pendek itu sudah meninggalkan kita. Mata saya berkaca-kaca atas lelaki yang tangguh sejak usia belia, pecinta keluarga tiada tara, juga pejuang negara dalam rangkaian tanda jasa. Lelaki gagah perkasa yang tegas memilih waktu hidup satu tahun dengan merokok dibandingkan hidup sepuluh tahun tanpa rokok.</p>
<p>Lelaki tampan pencetus Museum Taruna Magelang karena darah seni yang selalu teralirkan dari jantungnya yang kokoh laksana dinding tembok china. Lelaki dengan piagam  Satyalantjana aksi militer I dan II berpangkat Letnan Dua, berdjabatan Kepala Alat Penolong yang diterima tanggal 17 Agustus 1958 yang mengabdi dengan penuh dedikasi tinggi. Ketulusan mengajinya diakhir usia takkan sia-sia, sebagai syarat syariat untuk kembali kepada-Nya. Selamat Jalan Pahlawan&#8230; <em>(bersambung ke <a href="http://maribaca.net/?p=423" target="_self">Selamat Jalan Pahlawan II</a>)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=369</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kutu Loncat Hosting ke Virtual Private Server</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=362</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=362#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 00:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<category><![CDATA[Mall Ponsel Online]]></category>

		<category><![CDATA[OS Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Toko Teknik Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini indoteknik genap 2 tahun. Tidak terasa jiwa wirausaha yang saya mulai dari iseng-iseng ini berjalan sudah sejauh ini. Tidak murni iseng sebenernya haha&#8230; memang dihitung agar usaha ini menjadi media pengembangan yang seimbang antara senang-senang, hobi, pembelajaran dan juga yang tidak kalah penting adalah mata pencaharian ;p
Seperti kebanyakan wirausaha lain dengan keterbatasan dalam banyak hal, tentunya saya tidak membangun semuanya over night. Semua dibangun dari hal-hal dan pemikiran paling sederhana, bahkan perihal layanan hosting yang notabene adalah tempat saya mempercayakan domain dan isi file ditempatkan dalam server ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="http://isp-control.net/" href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/ispcp_omega.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-430" style="margin: 8px;" title="ispcp_omega" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/ispcp_omega.jpg" alt="" width="276" height="104" /></a>Belum lama ini indoteknik genap 2 tahun. Tidak terasa jiwa wirausaha yang saya mulai dari iseng-iseng ini berjalan sudah sejauh ini. Tidak murni iseng sebenernya haha&#8230; memang dihitung agar usaha ini menjadi media pengembangan yang seimbang antara senang-senang, hobi, pembelajaran dan juga yang tidak kalah penting adalah mata pencaharian ;p</p>
<p>Seperti kebanyakan wirausaha lain dengan keterbatasan dalam banyak hal, tentunya saya tidak membangun semuanya over night. Semua dibangun dari hal-hal dan pemikiran paling sederhana, bahkan perihal layanan hosting yang notabene adalah tempat saya mempercayakan domain dan isi file ditempatkan dalam server &#8216;bersama&#8217;. Proses step bye step itulah yang menurut hemat saya cukup mendewasakan pola pikir dibandingkan suatu yang lahir plek ketiplek haha&#8230;</p>
<p>Perihal domain saya pun memulai dari hosting shared yang bahkan pada awalnya diletakan di australia. Kinerjanya sama sekali kurang cocok dengan iklim internet lokal, dan jika tidak salah pertimbangan saya saat itu adalah harga dan tagline &#8216;perusahaan australia&#8217; pada pengelola domain itu. Beberapa bulan kemudian saya memindahkan lokasi share hosting dengan basis IIX yang hemat saya paling tepat untuk konten lokal. Setelah pengelola hosting berlokasi di jogja inipun saya masih kurang puas dengan kinerja servernya yang membatasi jumlah kunjungan juga membatasi jumlah emali keluar dalam tempo 5 menit.</p>
<p>Nggak memuaskan walau saya juga memaklumi pertimbangan pengelola hosting tersebut. Saya memutuskan untuk pindah ke pengelola hosting lain di daerah utan kayu. Belum lama berdiri dengan dikepalai oleh alumni arsitek ui, dengan server yang cukup powerful menampung jumlah kunjungan indoteknik. Saya cocok dengan layanannya yang tidak terlalu ketat dengan regulasi, server juga optimal dan bahkan saat ini sudah online 24 jam.</p>
<p>Saya memulainya dengan shared hosting di pengelola hosting dengan brand Magnet tersebut. Selanjutnya saya mengambil paket resellernya karena saya mengelola beberapa domain berikut maribaca ini yang kemudian juga lahir indoseluler.com. Lumayan banyak hal baru yang saya pelajari dengan paket reseller ini dperihal pengelolaan domain yang masih berbasis cpanel.</p>
<p>Belakangan saya merasa paket reseller saya mulai lemot selain dapat warning dari pengelola domain perihal penggunaan live chat yang konon menyita banyak resources server yang mengganggu user lain. Warning itu membuat saya harus memindahkan ke server baru di tahap lebih tinggi, kecuali saya berani mengorbankan live chat indoteknik yang pada dasarnya sangat membantu. Bingung mode on saat itu. Tidak punya pilihan ternyata, jika saya tetap mempertahankan live chat, saya harus pindah server.</p>
<p>Saya memutuskan menggunakan layanan Virtual Private Server di pengelola yang sama. Virtual private server (VPS), atau disebut juga virtual dedicated server (VDS), atau virtual machine (VM) adalah sistem yang berjalan di bawah virtualisasi. Beberapa sistem pembuat virtualisasi (hypervisor) dikenal saat ini: VMWare, Xen, UML (khusus Linux), VZ/OpenVZ. Magnet menggunakan Xen, yang konon menyeimbangkan antara tingkat virtualisasi dan kecepatan.</p>
<p>VPS yang berjalan di bawah virtualisasi disebut guest, sementara sistem utama VPS disebut dengan host.</p>
<p>Guest bagi pemakainya akan terasa seperti sebuah server sendiri, memiliki harddisk, memori dedicated, bandwidth koneksi dsb. Pemakainya juga dapat menjalankan OS/kernel berbeda dan memiliki akun root Unix sendiri, VPS saya sesuai saran pengelola hosting maka menggunakan server Debian 2.6.18 dengan panel domainnya dengan <a href="http://www.isp-control.net/" target="_blank">ISPCP Omega stable versin 1.0.0</a>.</p>
<p>VPS adalah  solusi medium sebelum server dedicated juga biaya yang lebih murah. VPS menjadi hal yang paling tepat untuk kebutuhan menengah pengelolaan 2 domain saya dengan traffic yang lumayan terutama indoteknik dan indoseluler. Untung pula bahwa Magnet banyak sekali sumbang saran perihal kebutuhan tersebut sehingga akhirnya migrasi server dapat dilakukan beberapa hari lalu untuk total 5 domain yang saya kelola.</p>
<p>Banyak sekali hal baru buat saya selama proses instalasi domain di kernel debian tersebut. Banyak kendala yang saya bersyukur untuk itu karena banyak sekali solusi terpecahkan, apalagi untuk saya yang notabene minim ilmu perihal pengelolaan server selama ini. Belum tahu kedepannya apa kendala dalam mengelola server tapi paling tidak saya harus cukup senang dengan kondisi ini. Makin banyak mainan baru hingga siang tadi jantung saya disibukan dengan coba-coba editing file dengan menggunakan ssh. Deg-degan takut gagal saat semua domain sedang aktif <img src='http://maribaca.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitulah report kutu loncat beberapa web saya selama ini. Tidak terlalu sering karena sudah cukup mendapatkan layanan yang sesuai dengan pengelola server saat ini. Lain kali dilanjutkan dengan cerita lain yang lebih seru, salam ;p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=362</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Web baru, Tantang Baru dari Mall Ponsel Online Indonesia ;p</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=331</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=331#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 17:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Mall Ponsel Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa memang sudah berbulan2 dari posting terakhir, banyak cerita, banyak canda terlewatkan juga hura-hura ;D Beberapa bulan kemarin memang saya disibukan dengan perancangan web baru yang lumayan menyita waktu. Saya buat salah satunya karena saya punya programmer baru yang butuh digembleng lagi scripting knowledgenya haha&#8230; sementara ada ide lumayan cucok untuk dikembangkan lagi mampir juga ke kepala saya. Nama webnya saya pilih rada mendekati dengan grup web saya sudah kelola sebelumnya, sama-sama indo&#8230; yakni indoseluler.com, ingat bukan selular lho yang setahu saya spellingnya kurang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/indoseluler.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-407" style="margin: 8px;" title="indoseluler" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/indoseluler-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Tidak terasa memang sudah berbulan2 dari posting terakhir, banyak cerita, banyak canda terlewatkan juga hura-hura ;D Beberapa bulan kemarin memang saya disibukan dengan perancangan web baru yang lumayan menyita waktu. Saya buat salah satunya karena saya punya programmer baru yang butuh digembleng lagi scripting knowledgenya haha&#8230; sementara ada ide lumayan cucok untuk dikembangkan lagi mampir juga ke kepala saya. Nama webnya saya pilih rada mendekati dengan grup web saya sudah kelola sebelumnya, sama-sama indo&#8230; yakni indoseluler.com, ingat bukan selular lho yang setahu saya spellingnya kurang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan haha&#8230; cmiiw (jadi inget dulu cari spelling yang benar untuk indoteknik.com, bukan tehnik, tehcknik, technik, technic, tecknik atau lainnya)</p>
<p>Konsepnya sedikit berbeda dimana web ini tidak mengusung konsep penjualan produk seperti kakaknya. Web ini adalah penjualan jasa &#8216;ruang virtual&#8217; dimana konsep dasar Mall Ponsel Online Indonesia sekiranya cukup menjelaskan rupa web ini. Buat yang belum jelas juga, indoseluler.com adalah Mall (Virtual tentunya) untuk menampung pemilik toko ponsel seluruh indonesia untuk memiliki ruang didalamnya. Pemilik toko ponsel bisa memajang produk pada etalasenya, baik produk baru maupun produk second, baik produk handphone maupun aksesoris bahkan gadget terkait dalam hal komunikasi tentunya.</p>
<p>&#8216;Mesin&#8217; web saya kembangkan dari open source yang sama dengan indoteknik. TIdak plek ketiplek memang karena konsep yang lumayan jauh berbeda namun justru itu tantangan yang saya berikan kepada beberapa rekan-rekan yang terlibat dalam pengembangan dari awal. Rencana pengerjaan 1,5 bulan sepertinya hal yang mustahil pada awalnya. Namun itu semua berhasil dicapai dengan launch soft pada ulang tahun ke-&#8230; (sensor) saya tahun ini. Web sudah dapat berjalan dengan baik walaupun masih terus dikembangkan hingga saat ini dengan berbagai fitur menarik dan tanpa terasa juga fitur (baru) yang ditampilkan bahkan mengalahkan kakak kandungnya indoteknik itu sendiri haha&#8230;</p>
<p>Konsep Mall Ponsel Online itu dirancang sedemikian mudah sehingga pemilik toko ponsel awam pun dapat dengan mudah memajang produk yang ada dalam tokonya saat itu. Diusahakan sangat untuk user-friendly sekali yang mengharuskan kami mengupdate database ponsel dan aksesoris lebih dari 1.500 item dan terus bertambah untuk kemudahan pengguna dalam hal ini pemilik toko. Update produk mudah bahkan nantinya akan dikembangakan versi mobile sehingga pemilik toko ponsel dapat mengupdate etalase produknya di indoseluler hanya dengan menggunakan ponsel yang bisa dilakukan kapanpun, hmm&#8230; masih dikembangkan versi mobile ini hehe&#8230; bocoran sedikit.</p>
<p>Oiya satu tantangan dalam konsel Mall ini adalah selaku pengelola mall harus seimbang dalam melihat &#8216;konsumen&#8217; indoseluler yang notabene dari 2 sisi, pemilik toko yang sudah beberapa kali diceritakan diatas dan juga yang menurut saya jauh lebih penting adalah pengunjung web potensial yang siap membeli produk yang ditawarkan oleh pemilik toko. Analogi ayam dan telur duluan mana? sempat mampir dibagian dalam kepala saya&#8230; sempet lama bingung juga namun akhirnya saya putuskan untuk mendatangkan pengunjung sebanyak mungkin dahulu baru mencari pemilik tokonya (entah mana ayamnya, mana telurnya ;p).</p>
<p>Yaa begitulah saya dua bulan ini menghilang dari maribaca yang sudah ganti wajah dengan template baru  hehe&#8230; tidak banyak cerita lainnya selain kehilangan handphone di izzi pizza-citos yang membuat saya absen dari dunia maya juga karena tidak ada koneksi internet dirumah jadinya, atau kehilangan laptop zyrex FLP-100 dan kamera olympus C-5060 diambil maling berkedok pembantu. Atau hari ini yang nulis blog setelah menunggu speedy berbulan-bulan untuk rumah saya yang tidak akan kunjung tiba jika tidak melalui &#8216;jalur cepat&#8217; alias koneksi orang dalam ;p juga berita terhangat juga yang mulai hari ini kantor indoteknik.com yang pindah ke tempat yang lebih &#8216;menyenangkan&#8217; ;p benar2 dua bulan penuh cerita, suka duka, canda dan tawa ;D</p>
<p>Oiya akhir kata, jangan lupa mampir-mampir <a href="http://www.indoseluler.com" target="_blank">www.indoseluler.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=331</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berminat Mengubah Wajah Dunia dengan Internet?</title>
		<link>http://maribaca.net/?p=329</link>
		<comments>http://maribaca.net/?p=329#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 17:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaskp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<category><![CDATA[Toko Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribaca.net/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bilang internet adalah salah satu teknologi yang mengubah wajah dunia. Pastinya Anda pun sudah pernah mendengar penyataan tersebut bukan? Saya memang menyatakan ini dari beberapa kali saya membaca baik buku maupun artikel di dunia maya. Internet itu sendiri tentunya. Entah seberapa banyak diantara kita yang mengiyakan maupun menolaknya, dan saya tidak bermaksud mempersoalkan &#8216;keyakinan&#8217; Anda tersebut.
Sebagai seorang yang mengiyakan pernyataan tersebut saya memiliki bukti-bukti pengalaman orang lain yang terlibat langsung dalam dunia internet dan mengubah &#8216;wajah&#8217; dunia. Saya mulai dari yang masih hangat, Matt Mullenweg. Pendiri  wordpress dari ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang bilang internet adalah salah satu teknologi yang mengubah wajah dunia. Pastinya Anda pun sudah pernah mendengar penyataan tersebut bukan? Saya memang menyatakan ini dari beberapa kali saya membaca baik buku maupun artikel di dunia maya. Internet itu sendiri tentunya. Entah seberapa banyak diantara kita yang mengiyakan maupun menolaknya, dan saya tidak bermaksud mempersoalkan &#8216;keyakinan&#8217; Anda tersebut.</p>
<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/mullenweg460x276.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-481" style="margin: 8px;" title="mullenweg460x276" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/mullenweg460x276-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Sebagai seorang yang mengiyakan pernyataan tersebut saya memiliki bukti-bukti pengalaman orang lain yang terlibat langsung dalam dunia internet dan mengubah &#8216;wajah&#8217; dunia. Saya mulai dari yang masih hangat, Matt Mullenweg. Pendiri  wordpress dari houston, texas. Emang ada yang belum tahu wordpress? Haree genee&#8230; Pria lajang yang baru umur 24 tahun tapi sudah mengumpulkan 40 juta USD karena membuat open source blog nomor satu dunia dilihat dari jumlah penggunanya. Huebat tenan bukan lulusan hukum ini yang notabene tidak da hubungannya sama teknologi informasi. Satu contoh internet mengubah wajah dunia dalam hal penulisan/blog (selain mengubah matt menjadi milyarder tentunya) dan tidak tanggung-tanggung bahwa Indonesia menduduku peringkat ketiga dalam hal pengguna blog terbesar dunia. Salah satu alasan mengapa Matt ini berkunjung ke Indonesia awal tahun ini.<span id="more-329"></span></p>
<p><a href="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/facebook-and-owner.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-482" style="margin: 8px;" title="facebook-and-owner" src="http://maribaca.net/wp-content/uploads/2010/01/facebook-and-owner-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Wajah dunia lainnya diubah oleh pendiri facebook, Mark Zuckerberg. Ini juga masih anak muda weleh&#8230; weleh&#8230; weleh., 24 tahun boo. Mahasiswa Harvad yang memulai mendirikan facebook dari kamar asramanya. Dalam 24 jam 1.200 mahasiswa/i Harvard tergabung didalamnya. Hingga saat ini Facebook memiliki anggota aktif 150 juta orang diseluruh dunia. Saya salah satunya, juga Anda kemungkinan besar yang membaca ini memiliki facebok bukan? Zuckerberg mengubah dunia dalam hal komunitas sosial, juga mengubah dirinya menjadi miyarder bahkan menarik microsoft untuk membeli 1,6% saham yang ditawarkan.</p>
<p>Wajah dunia yang berubah karena internet lainnya adalah wikipedia, google search, electronic mail, youtube, joomla, drupal, yahoo, friendster, amazon, indoteknik (iklan haha =) dan banyak lainnya yang saya sendiri tidak tahu karena keterbatasan memori otak yang belum kunjung diupgrade. Internet adalah perpustakaan terbesar dunia. Hal yang tidak sekali dua kali saya sebutkan dalam pertemuan mingguan di usaha yang saya kelola. &#8220;Beri saya masalah, 2 menit saya bisa temukan jawabannya?&#8221;, selalu saya utarakan. Dan memang beberapa masalah yang mereka kasih dapat saya temukan dalam range waktu tersebut. Internet. Jadi masih tidak percaya internet mengubah dunia? saya yang kurang menyediakan data pendukung, atau Anda yang tidak mencari jawabannya? silahkan cari saja jka ingin &#8216;keyakinan&#8217; Anda goyah haha&#8230;</p>
<p>Saya terpikir dengan tulisan ini karena satu hal yang baru saja buat saya gundah. Tiba-tiba terbersit untuk memulai bisnis terkait dengan dunia internet juga dan sekiranya dapat mengubah &#8216;dunia&#8217; dalam skala lokal. Idenya pretty simple (cuma maaf saya tidak utarakan disini), tapi sepertinya dengan kondisi perinternetan saat ini ide tersebut adalah kreativitas (lumayan) besar dan akan mengubah &#8216;cara pandang&#8217; orang akan suatu hal. Banyak peluang memang masih terbuka di ceruk baru internet, siapapun dengan multi disiplin ilmu, dengan konsistensi, dengan kreativitas pasti bisa memiliki ide yang layak jual. Jadi pengen segera memikirkan kelanjutan &#8216;ide segar&#8217; tersebut haha&#8230; Ambisi saya tidak sebesar mereka dengan mengubah dunia, sederhana saja kok. Pengen mengubah &#8216;wajah&#8217; Indonesia kearah yang lebih baik tentunya ;p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribaca.net/?feed=rss2&amp;p=329</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
